Kabupaten Nganjuk – Puluhan petugas gabungan dari Polres Nganjuk, Polsek Kertosono, Denpom, dan Satpol-PP merazia kos-kosan di Kecamatan Kertosono. Langkah ini dilakukan menyusul maraknya dugaan praktik mesum hingga prostitusi terselubung di wilayah tersebut.
Petugas gabungan menyisir gang-gang kecil menuju deretan kos-kosan di Desa Tembarak, Pelem, Kepuh, hingga Nglawak. Operasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Ondik Andrianto itu berlangsung ketat. Satu per satu pintu kamar kos diperiksa. Petugas mendata penghuni kos hingga menanyakan identitas mereka.
Hasilnya, tidak ditemukan pasangan bukan suami istri yang tinggal bersama. Namun, seluruh penghuni tetap dicatat sebagai langkah preventif.
Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan, kegiatan ini upaya cipta kondisi agar lingkungan kos tidak disalahgunakan untuk aktivitas terlarang.
“Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi kegiatan yang melanggar norma sosial maupun hukum di Kabupaten Nganjuk. Pengawasan ini juga bagian dari menjaga ketertiban umum,” tegasnya.
Henri menambahkan, polisi bersama Satpol-PP dan denpom akan terus melakukan operasi serupa secara berkala. Hal itu untuk menutup celah terjadinya pelanggaran norma sosial yang bisa meresahkan warga.
Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Ondik Andrianto mengatakan, sinergi dengan satpol-PP dan denpom sangat penting agar pengawasan lebih maksimal.
“Kami tidak ingin kecolongan. Tujuannya sederhana, menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memberi rasa nyaman bagi warga,” tegasnya. (*)

