Kakorlantas Polri Minta Polantas Hadir di Lapangan dan Jadi Pahlawan Keselamatan

TNI-POLRI1 Dilihat

Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa seluruh anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) wajib menjadi “pahlawan keselamatan”. Penegasan ini diwujudkan dengan meningkatkan kehadiran personel secara aktif di lapangan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kakorlantas saat memberikan arahan strategis kepada jajaran Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dan personel Korlantas Polri terkait transformasi operasional fungsi lalu lintas.

“Transformasi operasional. Anda harus di lapangan. Saya katakan bahwa Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) dan SAMSAT itu hanya bonus. Tetapi rekan-rekan (Polantas) harus menjadi pahlawan-pahlawan keselamatan,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Dalam arahannya, Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyoroti data evaluasi fatalitas jalan raya. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada sekitar 158 ribu peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia mencapai hampir 24 ribu orang.

Meski angka fatalitas dilaporkan mengalami penurunan pada tahun 2026, Kakorlantas menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat jajaran kepolisian berpuas diri atau menganggapnya sebagai hal biasa. Keselamatan jalan raya harus tetap ditempatkan sebagai prioritas paling utama.

“Apapun yang Anda lakukan, kegiatan apapun, kalau laka lantasnya tinggi, poinnya tidak ada. Yang paling penting adalah nyawa yang harus kita selamatkan. Peristiwa kecelakaan harus kita kurangi,” tegas Kakorlantas.

Lebih lanjut, ia menepis anggapan klasik bahwa meningkatnya angka kecelakaan semata-mata disebabkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan atau pertumbuhan penduduk. Menurutnya, keselamatan lalu lintas merupakan dinamika yang harus dikelola secara serius melalui langkah-langkah preventif (pencegahan) dan edukatif.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen internasional, di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan target global untuk menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan hingga 50 persen. Target tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh negara, termasuk Indonesia.

Sebagai langkah konkret di lapangan, Korlantas Polri saat ini tengah menggulirkan program bertajuk “Polantas Menyapa dan Melayani” yang dilaksanakan berdasarkan arahan langsung dari Kapolri.

Program ini difokuskan pada pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat luas. Fokus utamanya diarahkan kepada para pengguna sepeda motor (roda dua), yang berdasarkan data statistik merupakan kelompok paling rentan menjadi korban kecelakaan di jalan raya.

“Peristiwa kecelakaan paling banyak adalah roda dua. Anatominya sudah jelas, (didominasi) usia muda dan pelajar. Ini yang harus kita kelola (melalui edukasi dan pengamanan),” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *