Menteri LH Minta Aktor Pengeroyokan Wartawan dan Staf Humas KLH di Serang Ditangkap

HEADLINE137 Dilihat

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq meminta polisi mengungkap aktor intelektual kasus pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas KLH seusai penyegelan pabrik di Serang.

“Saya sudah menyampaikan laporan resmi ke Polres, Polda, dan Polri untuk menindaklanjuti ini secermat-cermatnya,” ucap Hanif kepada wartawan di Serang, Jumat (22/8/2025).

Ia berharap pengungkapan kasus pengeroyokan ini tak hanya menangkap pelaku yang berada di lapangan.

“Supaya aktor intelektualnya juga tertangkap, jadi tidak hanya pelaku yang ada di lapangan,” ujarnya.

Ditambahkannya, kekerasan terhadap jurnalis tak boleh terjadi lagi di era saat ini. Terlebih, kata dia, saat peristiwa para wartawan sedang bertugas meliput penyegelan pabrik pengolahan timbal PT Genesis Regeneration Smelting, yang terbukti melanggar aturan lingkungan hidup.

“Tidak boleh di era saat ini ada perlakuan anarkis terhadap jurnalis yang memang bertugas menyampaikan informasi secara aktual,” terangnya.

Diketahui, Polres Serang telah menetapkan empat orang tersangka pengeroyokan jurnalis dan staf Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di pabrik kawasan Jawilan, Kabupaten Serang. Dua orang di antaranya adalah oknum anggota Brimob.

Dua orang sekuriti pabrik yang diamankan adalah KA dan BA, sementara oknum Brimob adalah TG dan TR. Empat orang itu diamankan tidak lama setelah insiden pengeroyokan yang terjadi di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS).

“Saat ini sudah 4 pelaku pengeroyokan yang berhasil kami amankan, sudah jadi tersangka. Dua pelaku merupakan oknum anggota Brimob serta dua pelaku lainnya oknum sekuriti internal perusahaan,” jelas Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, Jumat (22/8).

Menurut Condro, ada lima orang korban dalam kasus ini. Para korban terdiri dari empat staf humas KLHK dan satu jurnalis.

“Pelaku akan ditindak tegas sesuai perbuatannya. Untuk oknum anggota Brimob berinisial TG dan TR yang mengaku memukul staf Humas KLH, penanganannya dilakukan oleh Polda Banten,” ungkap Condro.

Masih menurut Condro, oknum sekuriti yang memukul awak media ditahan di Mapolres Serang untuk pengembangan terhadap keberadaan pelaku lainnya.

?Selain anggota Brimob dan sekuriti, pengeroyokan ini diduga melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) serta warga di sekitar pabrik. Polisi pun masih memburu pelaku lainnya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *