Kabupaten Nganjuk – Peran strategis tokoh agama kembali menjadi perhatian serius jajaran Polres Nganjuk. Kapolres Nganjuk AKBP Henri Novel Santoso secara khusus menerima kunjungan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nganjuk KH Aly Musthofa Sa’id, sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolres, dan bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Pertemuan itu menjadi forum strategis untuk membangun kolaborasi konkret antara institusi kepolisian dan lembaga keagamaan dalam menciptakan ketahanan sosial, Rabu (20/8/2025).
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting terkait upaya menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan kehidupan sosial-keagamaan di Nganjuk.
Ketua MUI Nganjuk KH. Aly Musthofa Sa’id menyampaikan enam poin rekomendasi, mulai dari penataan homestay, penyediaan fasilitas ibadah di perusahaan, penguatan spiritual pekerja, hingga pengendalian fenomena sound horeg dalam tradisi masyarakat.
Selain itu, MUI juga menyoroti gesekan antarperguruan silat, meningkatnya angka bunuh diri, bahaya narkoba dan miras, serta potensi gesekan antar kelompok keagamaan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
“Rekomendasi ini kami sampaikan sebagai bentuk ikhtiar menjaga kondusifitas daerah. MUI berharap langkah-langkah yang disarankan bisa diimplementasikan bersama oleh pihak keamanan, pemerintah, maupun masyarakat,” ujar KH. Aly Musthofa Sa’id.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan komitmen Polres untuk menindaklanjuti rekomendasi MUI dengan langkah nyata, termasuk mengundang stakeholder terkait untuk duduk bersama membahas solusi terbaik.
“Polres Nganjuk siap bersinergi dengan MUI, Pemkab, Apindo, perusahaan, serikat pekerja/buruh dalam penataan fasilitas ibadah yang layak di dalan area perusahaan, dan penguatan spiritual kaum pekerja dan lingkungan kerja melalui kegiata-kegiatan keagamaan,” ungkapnya.
Menurut Kapolres AKBP Henri, keterlibatan ulama sangat penting dalam menyuarakan pesan damai serta mencegah potensi konflik sosial yang dapat muncul di masyarakat.
“Ulama punya posisi sentral dalam menyuarakan pesan kedamaian dan mencegah potensi konflik sosial. Oleh karena itu, kami memperkuat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi menjaga Kamtibmas berbasis nilai keagamaan,” tegasnya.
Dalam diskusi bersama jajaran MUI, sejumlah isu aktual turut dibahas, termasuk dinamika sosial dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Kapolres menekankan pentingnya intensitas komunikasi antara aparat kepolisian dan para tokoh agama sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa upaya pencegahan bunuh diri juga terus dilakukan dengan menggandeng Kemenag melalui khutbah dan kegiatan safari ibadah.
Sementara untuk penanganan narkoba, masyarakat diminta segera melapor ke layanan bebas pulsa 110 atau program Lapor Kapolres Nganjuk di nomor WhatsApp 081151110110.
Pertemuan ini berlangsung penuh keakraban dan berakhir dengan penegasan komitmen bersama menjaga Nganjuk agar tetap rukun, harmonis, serta terbebas dari potensi gangguan keamanan. (*)

