Sertijab Pejabat Strategis Polresta Banyuwangi, Publik Tagih Pembenahan dan Penindakan Nyata

TNI-POLRI107 Dilihat

Banyuwangi – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat strategis Polresta Banyuwangi, Selasa pagi (20/1/2026), di Gedung Rupatama Wira Pratama. Namun, di balik seremoni resmi tersebut, publik justru menyoroti urgensi pembenahan serius di tubuh kepolisian.

Rotasi jabatan yang melibatkan Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Binmas, serta sejumlah Kapolsek ini dinilai bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ujian nyata komitmen Polri dalam menjawab berbagai persoalan penegakan hukum yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Upacara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dihadiri Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Banyuwangi. Namun perhatian publik tertuju pada substansi perubahan, bukan formalitas seremonial.

Sejumlah jabatan yang diserahterimakan merupakan posisi krusial dalam pengendalian kriminalitas dan keamanan wilayah. Kasat Reskrim, misalnya, memegang peran sentral dalam pengungkapan perkara pidana. Sementara Kasat Intelkam dan Kasat Lantas berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan dan keselamatan publik.

Pergantian pejabat tersebut meliputi:

  • Kasat Reskrim dari Kompol Komang Yogi Arya Wiguna kepada Kompol Lanang Teguh Pambudi.

  • Kasat Binmas dari Kompol Toni Irawan kepada Kompol Basori Alwi.

  • Kasat Intelkam dari Kompol Catur Sulistyantomo kepada AKP Hadi Iswanto.

  • Kasat Lantas dari Kompol Elang Prasetyo kepada AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady.

  • Sejumlah Kapolsek di wilayah strategis dan padat aktivitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi. Ia menekankan pentingnya inovasi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Namun pernyataan tersebut sekaligus menjadi catatan kritis, mengingat masih adanya sorotan publik terkait penanganan kasus yang dinilai lamban, dugaan ketidaktegasan terhadap pelanggaran hukum tertentu, serta pelayanan kepolisian yang belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan transparansi.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, rotasi jabatan harus dibarengi dengan target kinerja yang terukur, bukan sekadar pergantian nama dan jabatan. Tanpa langkah konkret, sertijab dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas administratif yang minim dampak bagi rasa keadilan publik.

Kapolresta Banyuwangi juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan mengedepankan pendekatan humanis. Namun publik menunggu pembuktian, terutama dalam penegakan hukum yang tegas, tidak tebang pilih, serta bebas dari intervensi dan kepentingan tertentu.

Upacara sertijab ditutup dengan doa dan ucapan selamat. Akan tetapi, bagi masyarakat Banyuwangi, agenda tersebut justru menjadi awal hitung mundur bagi para pejabat baru untuk menunjukkan keberanian, integritas, dan komitmen nyata dalam membenahi persoalan di lapangan.

Publik kini menanti:
apakah rotasi jabatan ini benar-benar menjadi instrumen perubahan, atau sekadar pergantian simbolik tanpa dampak signifikan terhadap penegakan hukum dan keamanan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *