Kapolresta Tuban Ajak Media Perkuat Sinergitas, Kritik Jadi Bagian Pengawasan

TNI-POLRI4 Dilihat

Tuban – Kapolresta Tuban Kombespol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr. Opsla mengajak insan pers memperkuat sinergitas dan komunikasi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Tuban.

Ajakan tersebut disampaikan Jazuli saat menghadiri kegiatan Ngopi Bersama Media yang digelar Polresta Tuban, Jumat (11/9/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara jajaran kepolisian dengan awak media.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Tuban juga menjelaskan mengenai rotasi dan perpindahan jabatan di lingkungan kepolisian. Menurutnya, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus perjalanan karier setiap anggota Polri.

“Perjalanan karier itu pastinya dimaknai dengan rotasi dan perpindahan jabatan. Dari jabatan satu ke jabatan yang lain itu wajar dan memang harus dilakukan,” ungkap Jazuli.

Seiring dengan peningkatan tipe Polresta Tuban, penataan struktur organisasi juga dilakukan. Jazuli memperkenalkan sejumlah pejabat utama yang baru bertugas di Polresta Tuban.

Mereka yakni Kabagops Kompol Sudjono, S.H., M.Hum., Kabaglog Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., Kasat Lantas Kompol Elang Prasetyo, S.I.Kom., M.H., Kasat Reskrim AKP Arya Widjaya, S.I.K., M.Si., serta Kasat Resnarkoba AKP Hendro Utaryo, S.H., M.H.

Jazuli berharap keberadaan pejabat baru tersebut sekaligus menjadi awal terbangunnya komunikasi yang lebih intensif dengan insan pers.

“Harapan saya dengan perkenalan ini, komunikasi kita bisa tambah lancar dan bisa tambah saling bersilaturahmi,” ujarnya.

Tak sekadar membangun komunikasi formal, Kapolresta juga membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan media melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergitas tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, olahraga maupun aktivitas kreatif lainnya.

“Bukan hanya sekadar ngopi-ngopi, tetapi sebuah hal yang bisa bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi rekan-rekan semua,” jelasnya.

Janjikan Pembenahan Internal

Di sisi lain, Jazuli menegaskan bahwa penguatan hubungan dengan media harus berjalan beriringan dengan pembenahan internal di tubuh Polresta Tuban.

Pembenahan tersebut meliputi perubahan mental dan kultur kerja anggota, peningkatan respons terhadap masyarakat hingga perbaikan kinerja.

“Pada prinsipnya saya memerintahkan anggota saya berubah mental, berubah kultur, memperbaiki respons dan memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Ia menilai dukungan media memiliki peran penting dalam menjaga situasi kamtibmas sekaligus menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Karena itu, komunikasi antara polisi dan pers diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus terjalin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kami tidak mungkin bisa melaksanakan itu semua tanpa dukungan dari rekan-rekan media,” pungkasnya.

PWI: Komunikasi Memudahkan Koordinasi di Lapangan

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tuban Suwandi mengapresiasi kegiatan Ngopi Bersama Media yang sekaligus menjadi momentum memperkenalkan sejumlah pejabat utama baru Polresta Tuban.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun sejak awal akan memudahkan koordinasi antara wartawan dan kepolisian, khususnya ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Tentu ini juga bagian dari upaya menjalin dan membentuk sinergitas. Ketika nanti di lapangan bertemu, maka akan saling menyapa,” ujarnya.

Suwandi berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi keterbukaan Kapolresta Tuban dalam membangun komunikasi dengan media.

Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan pers penting agar informasi kepada masyarakat dapat disampaikan secara utuh, akurat dan berimbang.

“Ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tambahnya.

RPS: Kritik Media Bukan Untuk Menjatuhkan

Hal senada disampaikan Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Khoirul Huda. Ia menilai hubungan antara Polri dan media harus dibangun berdasarkan sikap saling menghargai serta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing profesi.

“Kami sangat menghargai dan menghormati profesi teman-teman di Polri. Harapan kami, teman-teman Polri juga bisa menghargai profesi kami sebagai insan pers,” ungkapnya.

Khoirul menegaskan, kritik maupun sorotan yang disampaikan media merupakan bagian dari fungsi jurnalistik dan tidak semestinya dimaknai sebagai upaya untuk menjatuhkan institusi maupun individu.

“Pada prinsipnya sahabat itu mengingatkan, bukan menjatuhkan,” tegasnya.

Ia berharap berbagai perbedaan pandangan maupun dinamika yang muncul di lapangan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dengan tetap mengedepankan etika serta profesionalitas masing-masing profesi.

Dengan terbangunnya komunikasi dan sinergitas yang kuat, Polresta Tuban bersama insan pers diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara profesional, sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Tuban tetap aman serta kondusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *