Kapolri Suyudi Ario Seto Ingatkan Pejabat, Pangkat Dan Kekuasaan Adalah Amanah

TNI-POLRI59 Dilihat

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan akhlak mulia, terutama bagi setiap orang yang memegang jabatan, pangkat, dan kekuasaan. Ia menegaskan bahwa kedudukan maupun kekayaan bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain, melainkan amanah dari Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat bertindak sebagai khatib Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar (Mabes) Polri, Jumat (9/10/2026).

Dalam khutbahnya, Kapolri mengajak para jamaah untuk senantiasa menjaga sikap rendah hati, menjauhi kesombongan, serta menghormati sesama tanpa membedakan pangkat maupun kedudukan.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesan Kapolri kepada para jamaah.

Menurutnya, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT. Karena itu, setiap nikmat yang diterima hendaknya disyukuri dan dimanfaatkan untuk membantu sesama, bukan justru menjadi alasan untuk bersikap angkuh.

Ia juga menekankan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Pemegang jabatan dituntut mampu bersikap bijaksana, menunjukkan kepedulian, serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kerendahan Hati Harus Tercermin Dalam Perilaku

Kapolri turut mengingatkan bahwa nilai keimanan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku nyata, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Kejujuran, keikhlasan, kepedulian, dan sikap menghormati sesama menjadi bagian penting dalam menjalankan setiap amanah. Nilai-nilai tersebut, menurut pesan yang disampaikannya, perlu menjadi pedoman bagi siapa pun yang diberi tanggung jawab, termasuk pejabat publik.

Jabatan dan kekuasaan, dengan demikian, semestinya menjadi sarana untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bukan sebaliknya, membuat seseorang menjauh dari masyarakat atau merasa memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan orang-orang di sekitarnya.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak hanya berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki, tetapi juga menyangkut integritas, keteladanan, dan cara memperlakukan orang lain.

Salat Jumat Perkuat Silaturahmi Di Lingkungan Mabes Polri

Kegiatan Salat Jumat bersama di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di lingkungan kepolisian.

Melalui khutbah tersebut, para jamaah diajak untuk terus memperbaiki diri, menjauhi sifat sombong, serta membangun hubungan sosial yang dilandasi rasa hormat dan kepedulian.

Kemuliaan seseorang pada hakikatnya tidak semata-mata diukur dari jabatan, pangkat, atau kekayaan yang dimiliki, tetapi juga dari akhlak, ketulusan hati, dan sikapnya terhadap sesama.

Pesan Kapolri itu menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar persoalan kewenangan, melainkan juga tanggung jawab moral. Kerendahan hati dan kepedulian menjadi nilai penting agar setiap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa manfaat bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *